Sabar dan Ikhlas berbuah Kebahagiaan
"Sabar dan ikhlas" itulah yang dilakukan oleh sepasang suami istri yang hidup sederhana namun penuh pengharapan, optimis dalam menjalani hidup, menerima segala ketetapan dan selalu bersyukur atas semua yang telah mereka peroleh selama ini. Kisah ini bermula ketika pasangan yang belum dikaruniai keturunan ini berkeinginan untuk menunaikan Ibadah Haji ke tanah suci sebagai bentuk kecintaan mereka kepada sang khaliq. Rasanya belum lengkap bagi mereka setelah seluruh hidupnya mereka hambakan kepada Sang Maha Pencipta, namun belum juga melaksanakan rukun Isalam yang ke 5.
Selama 20 tahun mereka menabung, sedikit demi sedikit mereka sisihkan penghasilan dari berjualan di toko yang kecil dan seadanya.
Sampai pada suatu malam mereka menghitung tabungan mereka yang sudah terkumpul lebih kurang 50 juta, sedangkan setelah dihitung-hitung biaya untuk berangkat Haji saat itu bernilai lebih kurang 60 juta rupiah. Sekitar 10 juta lagi mereka harus menabung, dengan penuh kesabaran dan keikhlasan, uang itu mereka simpan kembali di tempat yang aman di dalam rumah mereka yang tidak terlalu luas.
Seperti biasa, setiap adzan berkumandang sang suami pergi ke masjid yang terletak tidak jauh dari tempat mereka berjualan, saat itulah sang suami mendengar kabar, bahwa sahabatnya yang biasa shalat berjamaah dengannya, dirawat dirumah sakit karena menderita tumor tulang yang ganas dan harus segera dioperasi, jika tidak, maka tumor itu akan terus menggerogoti tubuhnya dan akan berakibat kematian.
Beberepa kali pasangan suami istri ini pergi ke rumah sakit untuk menengok sahabatnya itu yang kian hari kondisinya kian kristis dan mengundang rasa iba, sampai suatu ketika berkatalah sang suami kepada istrinya :
"Bu..bagaimana kalau dana tabungan Haji kita diberikan saja semuanya kepada mereka untuk biaya operasi tulang",
saat itu biaya yang diperlukan untuk operasi tulang memang lebih kurang 50 juta rupiah. Pada awalnya si istri menolak, namun setelah melalui diskusi yang panjang, akhirnya mereka sepakat bahwa tabungan Haji yang selama 20 tahun mereka kumpulkan dengan susah payah akan mereka berikan untuk ongkos operasi tulang sahabat mereka.
"Bu.., banyak orang berhaji belum tentu mabrur di sisi Allah. Mungkin ini adalah jalan buat kita untuk mencapai keridhaan Allah Swt. Biarkan kita hanya berhaji di pekarangan rumah kita sendiri tidak perlu ke Baitullah".
kata-kata itulah yang membuat sang istri akhirnya luluh dan menyetujui niat tulus mereka untuk menolong sesama.
Sampai akhirnya operasi itupun dilaksanakan, ditangani oleh seorang dokter spesialis yang terkagum-kagum akan ketulusan hati sepasang suami istri yang dengan tanpa berharap pujian mereka menyumbangkan dana yang tidak sedikit yang diperoleh secara susah payah dan membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Hati sang Dokter pun terusik dan terpanggil untuk mengajak pasangan suami-istri yang berhati mulya itu untuk bersama-sama dirinya berangkat ke tanah suci untuk melaksanakan Ibadah Haji tahun itu juga, dan akhirnya harapan serta do'a mereka selama 20 tahun lebih, di dengar dan dikabulkan oleh Allah Al-Jabbaar.
Sebuah kisah yang patut di tauladani dan diyakini oleh kita semua bahwa Sabar dan ikhlas berbuah kebahagiaan, itu janji Allah.
Dikutip dari Harian umum Pikiran Rakyat Edisi Jum'at 18 september 2009 Halaman 19. semoga bermanfaat.
















Post a Comment
Tulis komentar anda disini...